Tutorial PMM (Platform Merdeka Mengajar) 2026: Update cara pengisian SKP atau pengelolaan kinerja guru di versi terbaru. - Fauziah Rachmawati | Pendidik dan Penulis

Breaking

Iklan

Sabtu, 11 April 2026

Tutorial PMM (Platform Merdeka Mengajar) 2026: Update cara pengisian SKP atau pengelolaan kinerja guru di versi terbaru.

Tutorial PMM (Platform Merdeka Mengajar) 2026: Update cara pengisian SKP atau pengelolaan kinerja guru di versi terbaru.

Tutorial PMM (Platform Merdeka Mengajar) 2026: Update cara pengisian SKP atau pengelolaan kinerja guru di versi terbaru.


Bagi Bapak dan Ibu Guru, awal semester selalu menjadi masa yang cukup sibuk dengan urusan administrasi, terutama di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Pada versi terbaru Maret 2026 ini, ada beberapa pembaruan signifikan yang dirancang untuk menyederhanakan birokrasi, namun tetap menuntut ketelitian.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah (tutorial) pengisian SKP dan pengelolaan kinerja di PMM 2026.


1. Login dan Cek Data Dashboard

Pastikan aplikasi PMM Anda sudah versi terbaru (v.3.x) atau akses melalui browser.

  • Langkah: Klik menu "Pengelolaan Kinerja" di beranda.

  • Update 2026: Sekarang PMM sudah terintegrasi penuh dengan data SIASN BKN secara real-time. Jika ada data golongan atau pangkat yang salah, Anda harus memperbaikinya di SIASN terlebih dahulu karena tombol "Edit Manual" di PMM sudah ditiadakan.

2. Tahap Perencanaan (Januari/Juli)

Pada versi 2026, Anda tidak perlu lagi memilih terlalu banyak indikator.

  • Pilih Indikator Rapor Pendidikan: PMM akan merekomendasikan 3 indikator prioritas berdasarkan hasil Rapor Pendidikan sekolah Anda. Pilih satu yang paling ingin Anda tingkatkan (misal: Kualitas Pembelajaran atau Pengelolaan Kelas).

  • Rencana Hasil Kerja (RHK): Masih menggunakan sistem poin (minimal 32 poin).

    • Tips: Pilih RHK yang realistis, seperti partisipasi dalam pelatihan mandiri atau menjadi penelaah aksi nyata.

    • Fitur Baru: Tersedia RHK khusus untuk "Pengembangan Literasi Digital" sejalan dengan kebijakan baru pemerintah 2026.

3. Tahap Pelaksanaan (Observasi Kelas)

Ini adalah bagian terpenting. Di versi terbaru, unggah dokumen menjadi lebih ringkas.

  • Isi Dokumen Persiapan: Pilih target perilaku yang ingin diobservasi (maksimal 3).

  • Tentukan Jadwal: Diskusikan dengan Kepala Sekolah dan input tanggal serta jam observasi langsung di sistem.

  • Unggah Modul Ajar: Format file sekarang harus PDF dengan ukuran maksimal 10MB. PMM 2026 memiliki fitur "AI Checker" yang akan memberikan saran instan jika modul ajar Anda belum mencakup komponen KSE (Kompentensi Sosial Emosional).

4. Tahap Penilaian & Refleksi (Mei/November)

Setelah observasi, Anda tidak langsung dinilai angka, melainkan melalui tahap refleksi.

  • Isi Dokumen Refleksi Tindak Lanjut: Ceritakan apa tantangan yang dihadapi saat observasi dan apa rencana perbaikan Anda.

  • Rating Kinerja: Kepala Sekolah akan memberikan rating berdasarkan dua aspek: Hasil Kerja dan Perilaku Kerja.

  • Update 2026: Ada kolom "Umpan Balik Rekan Sejawat". Rekan guru di satu sekolah kini bisa memberikan apresiasi atau masukan yang akan masuk ke poin pengembangan diri.


Perbedaan Utama PMM 2025 vs 2026

FiturVersi 2025Versi 2026 (Terbaru)
Input DataMasih bisa edit beberapa data pribadiFull Integrasi SIASN BKN
Bukti DukungHarus upload banyak sertifikatIntegrasi otomatis dari Sertifikat Pelatihan Mandiri PMM
Fokus ObservasiUmumFokus pada Deep Learning & Diferensiasi
KoneksiHanya Guru ke Kepala SekolahAda fitur Umpan Balik Rekan Sejawat (360 Degree Feedback)

Tips Agar SKP Cepat Disetujui:

  1. Gunakan Bahasa yang Deskriptif: Saat mengisi refleksi, jangan hanya menjawab "Sudah Baik". Gunakan kalimat seperti, "Saya berhasil melibatkan 80% siswa dalam diskusi kelompok, namun perlu meningkatkan manajemen waktu pada sesi penutup."

  2. Pantau Riwayat Sertifikat: Sertifikat dari Webinar resmi yang terdaftar di PMM akan otomatis terdeteksi tanpa perlu unggah manual (Fitur Auto-Sync).

  3. Koordinasi: Selalu klik "Simpan Draf" dan konsultasikan dengan Kepala Sekolah sebelum klik "Ajukan", karena setelah diajukan, dokumen tidak bisa diubah hingga Kepala Sekolah memberikan tanggapan.

Pesan Blogger: Jangan melihat PMM sebagai beban administratif, tapi sebagai cermin profesionalisme kita. Semakin jujur kita berefleksi, semakin nyata dampak pembelajaran bagi siswa di kelas.

Apakah Bapak/Ibu mengalami kendala "Sinkronisasi Gagal" saat menarik data dari SIASN? Mari kita diskusikan solusinya di kolom komentar!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung di blog saya, semoga bermanfaat. Jangan lupa komen ya