Malam yang Sangat Gelap



Malam yang Sangat Gelap
Kansa Izzati A.

Malam yang sangat gelap. Semua hewan sudah bersiap untuk tidur,tak terkecuali Kallun si kalkun.

Tetapi Kallun tiba-tiba tertekan, ‘mengapa malam ini sangatlah gelap?’ tanya Kallun dalam hati.

Saking penasarannya, Kallun pergi keluar rumah dan pergi mencari akal. Ditengah hutan, Kallun merasa sangat mengantuk. Ia pun memutuskan untuk beristirahat di pohon yang rindang. Saat hendak menutup mata, sebuah biji pohon eek turun dan mengenai kepala Kallun. “Aduh, sakit sekali, siapa pelakunya?

Keluarlah kamu pelaku!” ucap Kallun dengan sangat marah sampai tak sadar bahwa yang mengenainya adalah hanya sebutir biji pohon eek.

Saat hendak menutup mata kedua kalinya, seekor kelelawar lewat. Idepun muncul di pikiran Kallun. Dengan semangat Kallun memanggil Liwa si kelelawar.

“Liwa aku butuh bantuanmu, turunlah, nanti akan kuganti dengan buah bila kau mau membantu!” teriak Kallun keras.

Liwa yang mendengar kata buah, dengan semangat turun menuju arah Kallun, “apa?, apa yang bisa kubantu? Cepat katakan, aku sudah tak sabar memakan buah itu. Jadi katakanlah cepat!” teriak Liwa sekeras kerasnya.

“Tolong kau tenang. Aku sangat penasaran, kenapa malam ini sangat gelap? Aku minta tolong kau untuk menanya keberadaan bulan lewat awan, sahabatnya, kumohon,” pinta Kallun.

“Baik aku akan mencari tahu”Liwa segera pergi menuju pekarangan para awan.

“Wahai awan mengapa bulan tidak terlihat? Kallun si kalkun menyuruhku untuk bertanya” ucap Liwa pada salah satu awan.

“Gerhana datang, si bulan sakit, kita doakan ya. Aku juga mempunyai pesan, bersyukurlah hari ini karena kamu masih sehat dan bugar” jawab awan.

Liwa pun menyampaikan semuanya kepada Kallun. Kallunpun puas dan tertidur lelap.
Tiba tiba di tengah mimpinya, Liwa membangunkan.

“Ada apa Liwa?”tanya Kallun.

“Aku menagih janji buahmu itu” kata Liwa tegas.

“Oh soal itu, besok ya. Aku belum punya buah. Aku akan mencarinya besok” jawab Kallun santai.

Tak disangka sangka Liwa mengejar Kallun. Akhirnya terjadiah lari-larian antara Kallun dan Liwa. 




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.