Cooking Class Membuat Sushi di Kelas SD: Belajar Sambil Praktik - Fauziah Rachmawati | Pendidik dan Penulis

Breaking

Iklan

Sabtu, 08 Agustus 2026

Cooking Class Membuat Sushi di Kelas SD: Belajar Sambil Praktik

Cooking Class Membuat Sushi di Kelas SD: Belajar Sambil Praktik

Belajar di sekolah tidak selalu harus dilakukan dengan membaca buku atau mengerjakan soal. Membuat sushi dalam pembelajaran dapat menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan untuk menghadirkan pengalaman belajar secara langsung. Siswa dapat mengenal makanan dari negara lain sekaligus belajar tentang budaya, kebersihan, kerja sama, pengukuran, dan keterampilan mengikuti instruksi.

Kegiatan cooking class membuat sushi untuk anak SD juga dapat dikembangkan menjadi pembelajaran lintas mata pelajaran. Anak tidak hanya membuat makanan, tetapi juga mengamati bahan, menghitung, berdiskusi, bekerja sama, dan menceritakan kembali proses yang telah dilakukan.

Tentu saja, sushi yang dibuat di kelas sebaiknya menggunakan bahan sederhana, matang, aman, dan sesuai dengan usia siswa. Hindari bahan mentah serta perhatikan alergi atau pantangan makanan siswa.


Apa Itu Sushi?

Sushi adalah makanan khas Jepang yang umumnya menggunakan nasi yang dipadukan dengan berbagai bahan pelengkap. Salah satu jenis sushi yang mudah dikenalkan kepada anak adalah sushi gulung.

Untuk kegiatan pembelajaran SD, guru dapat membuat versi sederhana menggunakan bahan yang mudah diperoleh, seperti:

  • Nasi yang sudah matang.

  • Nori atau lembaran rumput laut.

  • Telur matang.

  • Wortel yang sudah dimasak.

  • Timun yang sudah dicuci dan disiapkan.

  • Isian lain yang sesuai kondisi sekolah.

Tidak perlu membuat sushi seperti hidangan restoran. Fokus utama kegiatan adalah proses belajar dan pengalaman siswa.


Mengapa Membuat Sushi Bisa Menjadi Pembelajaran?

Membuat sushi memberikan pengalaman belajar yang nyata. Siswa melihat bahan-bahan secara langsung, mengikuti urutan langkah, mengukur atau menghitung bahan, kemudian menghasilkan sebuah makanan.

Kegiatan ini dapat dikaitkan dengan konsep experiential learning, yaitu pembelajaran melalui pengalaman langsung.

Anak belajar dengan melakukan.

Ketika guru berkata, “Ikuti langkah pertama,” siswa tidak hanya mendengar instruksi. Mereka langsung mempraktikkannya.

Ketika guru bertanya, “Berapa potong isian yang kita gunakan?” siswa dapat langsung menghitung.

Inilah yang membuat kegiatan memasak terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Langkah-Langkah Membuat Sushi Sederhana di Kelas

1. Mengenalkan Sushi

Sebelum mulai, guru dapat memperkenalkan sushi kepada siswa.

Tunjukkan gambar atau contoh sushi dan ajukan pertanyaan:

“Ada yang pernah makan sushi?”

“Menurut kalian, sushi berasal dari negara mana?”

“Bahan apa saja yang kalian lihat?”

Guru kemudian dapat mengenalkan Jepang secara sederhana, termasuk kebiasaan makan dan keberagaman makanan.

Kegiatan ini dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal budaya negara lain.


2. Mengenal Bahan

Letakkan bahan yang akan digunakan di depan siswa.

Ajak mereka mengamati:

  • Warna.

  • Bentuk.

  • Tekstur.

  • Aroma.

  • Jumlah.

Misalnya, siswa dapat membandingkan bentuk nasi, wortel, timun, dan telur.

Guru dapat bertanya:

“Bahan mana yang paling keras?”

“Bahan mana yang paling lunak?”

“Mengapa nasi harus sudah matang?”

Pertanyaan sederhana dapat membuat kegiatan memasak menjadi pembelajaran yang aktif.


3. Menyiapkan Bahan

Pastikan seluruh bahan telah dicuci, dimasak, dan dipotong sesuai kebutuhan.

Untuk keamanan, bahan yang membutuhkan pisau sebaiknya dipersiapkan oleh guru atau orang dewasa.

Siswa dapat diberikan tugas yang sesuai usia, seperti menata bahan atau menghitung jumlah potongan.


4. Menata Nori

Letakkan selembar nori di atas alas yang bersih.

Guru memberikan contoh cara menata bahan.

Siswa kemudian mengikuti langkah tersebut dengan pengawasan guru.


5. Menambahkan Nasi

Letakkan nasi matang di atas nori.

Ratakan secara perlahan menggunakan alat yang bersih.

Tidak perlu terlalu tebal agar sushi mudah digulung.

Pada tahap ini, guru dapat mengaitkannya dengan matematika.

Misalnya:

“Berapa sendok nasi yang digunakan setiap kelompok?”

Siswa dapat belajar menghitung sekaligus mengikuti takaran.


6. Menambahkan Isian

Letakkan bahan isian di bagian tengah nasi.

Misalnya:

telur + wortel + timun

Siswa dapat memilih kombinasi yang telah ditentukan guru.

Jika terdapat siswa dengan alergi makanan tertentu, gunakan alternatif bahan yang aman sesuai informasi dari orang tua dan kebijakan sekolah.


7. Menggulung Sushi

Gulung nori secara perlahan menggunakan alat bantu yang sesuai.

Guru dapat memberikan contoh terlebih dahulu.

Siswa kemudian mencoba menggulung dengan hati-hati.

Bagian ini biasanya menjadi momen yang paling seru.

Ada gulungan yang rapi.

Ada juga yang bentuknya sedikit berbeda.

Tidak masalah!

Justru dari sinilah anak belajar bahwa hasil setiap orang dapat berbeda meskipun mengikuti langkah yang sama.


8. Memotong Sushi

Untuk keamanan siswa, proses pemotongan sebaiknya dilakukan oleh guru atau orang dewasa menggunakan alat yang sesuai.

Setelah dipotong, sushi dapat ditata di atas piring.

Siswa dapat mengamati bentuknya.

Menariknya, ketika sushi dipotong, berbagai bahan di dalamnya membentuk pola yang cantik.


Belajar Matematika dari Sushi

Sushi dapat menjadi media untuk mengajarkan konsep matematika sederhana.

Misalnya, guru memberikan tantangan:

“Setiap kelompok membuat 8 potong sushi.”

Siswa harus menghitung jumlah potongan.

Guru juga dapat mengenalkan konsep pecahan.

Misalnya, satu gulungan sushi dipotong menjadi 8 bagian.

Siswa dapat berdiskusi tentang:

1/2, 1/4, atau 1/8 bagian.

Dengan demikian, matematika dapat dipelajari melalui benda yang benar-benar ada di depan siswa.


Belajar IPAS dari Bahan Makanan

Kegiatan membuat sushi juga dapat dikaitkan dengan IPAS.

Siswa dapat mengenal berbagai bahan makanan dan asalnya.

Misalnya:

  • Nasi berasal dari tanaman padi.

  • Wortel merupakan bagian dari tumbuhan yang dapat dimakan.

  • Telur berasal dari hewan.

  • Rumput laut berasal dari lingkungan perairan.

Guru dapat mengajak siswa mengelompokkan bahan berdasarkan asalnya.

“Mana yang berasal dari tumbuhan?”

“Mana yang berasal dari hewan?”

Pertanyaan sederhana tersebut dapat menjadi aktivitas klasifikasi yang menarik.


Belajar Bahasa Indonesia melalui Resep

Guru juga dapat memberikan teks prosedur membuat sushi.

Siswa membaca langkah-langkahnya kemudian mempraktikkannya.

Setelah selesai, siswa dapat menulis pengalaman mereka.

Contohnya:

“Hari ini saya membuat sushi bersama kelompok. Saya bertugas menata bahan. Saya belajar bahwa membuat makanan membutuhkan kebersihan, ketelitian, dan kerja sama.”

Kegiatan ini dapat melatih kemampuan membaca instruksi dan menulis teks pengalaman.


Belajar Budaya melalui Sushi

Selain belajar memasak, siswa dapat mengenal budaya Jepang.

Guru dapat menjelaskan bahwa makanan merupakan salah satu bagian dari kebudayaan suatu masyarakat.

Siswa dapat diajak membandingkan makanan Jepang dengan makanan Indonesia.

Misalnya:

Jepang: sushi.

Indonesia: nasi tumpeng, lemper, atau makanan berbahan nasi lainnya.

Dari sini, siswa dapat memahami bahwa setiap daerah dan negara memiliki makanan khas yang beragam.


Manfaat Membuat Sushi dalam Pembelajaran

Kegiatan membuat sushi untuk anak SD memiliki banyak manfaat.

1. Melatih Kemandirian

Siswa melakukan beberapa tugas sederhana sendiri.

2. Melatih Motorik Halus

Aktivitas menata, meratakan, dan menggulung bahan melibatkan koordinasi mata dan tangan.

3. Melatih Kerja Sama

Siswa dapat berbagi tugas dalam kelompok.

4. Mengembangkan Kreativitas

Siswa dapat menyusun isian dan tampilan sushi dengan cara yang menarik.

5. Melatih Kemampuan Mengikuti Instruksi

Siswa harus mengikuti langkah secara berurutan.

6. Mengenalkan Kebersihan

Siswa belajar bahwa makanan harus disiapkan dengan tangan, bahan, dan peralatan yang bersih.

7. Mengenalkan Budaya

Siswa mendapatkan wawasan tentang makanan dan budaya Jepang.


Hal Penting yang Harus Diperhatikan Guru

Cooking class membutuhkan persiapan yang matang. Sebelum kegiatan dimulai, guru perlu memastikan:

  • Semua bahan aman dikonsumsi.

  • Bahan sudah matang.

  • Tidak menggunakan bahan mentah berisiko.

  • Peralatan dalam keadaan bersih.

  • Siswa mencuci tangan sebelum kegiatan.

  • Alergi dan pantangan makanan sudah diperhatikan.

  • Alat tajam digunakan oleh orang dewasa.

  • Area memasak tetap bersih.

  • Makanan tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu yang tidak aman.

Keamanan dan kebersihan harus menjadi prioritas utama.


Ide Kegiatan: “Sushi Day di Kelas”

Agar lebih menarik, guru dapat membuat tema “Sushi Day”.

Setiap kelompok mendapatkan bahan yang sama.

Mereka kemudian:

  1. Mengenal sushi.

  2. Mengenal bahan.

  3. Membaca resep.

  4. Menghitung bahan.

  5. Membuat sushi.

  6. Menata hasil karya.

  7. Mempresentasikan prosesnya.

  8. Melakukan refleksi.

Di akhir kegiatan, guru dapat bertanya:

“Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini?”

“Apa yang paling menyenangkan?”

“Mengapa kita harus menjaga kebersihan saat membuat makanan?”

Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada membuat dan menikmati makanan.


Kesimpulan

Membuat sushi dalam pembelajaran merupakan kegiatan cooking class yang dapat membuat suasana belajar anak SD menjadi lebih aktif dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar matematika, IPAS, Bahasa Indonesia, seni, budaya, kerja sama, kebersihan, dan kemandirian.

Yang paling penting, kegiatan memasak harus dirancang sesuai usia dan dilakukan dengan memperhatikan keamanan, kebersihan, alergi, serta penggunaan bahan dan alat yang tepat.

Karena pada akhirnya, pembelajaran yang berkesan bukan hanya tentang apa yang anak hafalkan.

Kadang, pelajaran yang paling lama diingat justru lahir dari pengalaman sederhana: membuat sesuatu bersama teman, tertawa ketika hasilnya tidak sempurna, lalu pulang membawa cerita.































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung di blog saya, semoga bermanfaat. Jangan lupa komen ya