Beragam Acara Menarik di MTQ Nasional XV 2017 di UB-UM

Beragam Acara Menarik di MTQ Nasional XV 2017 di UB-UM

Melihat pamflet Musabaqah Tilawatil Qur’an MTQ, ingatan saya terbang mundur di tahun 2009. Saat itu saya juara I karya tulis MTQse-Malang Raya yang diadakan di Universitas Negeri Malang (UM). Biasanya setelah juara I tingkat kampus, akan mewakili untuk naik ke tingkat nasional. Ya, seperti acara tahun ini yang diadakan di Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM).
Namun karena saat itu saya lulus bulan Maret dan MTQ dilakukan di bulan-bulan setelahnya, akhirnya impian menuju nasional kandas. Belum rejeki heheh.. alhamdulillah kebagian Pekan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional (PIMNAS).
Mendengar acara MTQ Mahasiswa Nasional XV Tahun 2017, UB dan UM menjadi tuan rumah, hati saya berseri-seri. Bakal ada seabreg agenda nih.
Pada tahun ini MTQ rencananya akan menambah materi untuk cabang lomba Hifdzil 30 juz. Selain itu, jika tahun lalu yang mengikuti para hafiz, tahun ini para hafizah juga bisa mengikuti lomba. Untuk kategori lomba Hifdzil, rencananya juga akan mendatangkan Imam masjid Masjidil Haram untuk menilai kemampuan Hafiz dan Hafizah.
Selain Hifdzil, dalam MTQ Mahasiswa 2017 cabang yang akan dilombakan antara lain Musabaqah Tilawatil Qur'an, Musabaqah Tartil Qur'an, Musabaqah Qira'ah Sab'ah, Musabaqah Fahmil Qur'an, Hifdzil 5 dan 10 juz, Debat Kandungan Al Qur'an (Bahasa Inggris) serta Lomba Karya Tulis Al Qur'an.
Kita tahulah, mahasiswa sebagai generasi penerus masa depan bangsa, merupakan sumber daya manusia yang perlu ditempa dengan baik dan serius, tidak hanya sebatas penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologinya, akan tetapi juga pengembangan karakter dan kepribadiannya.
Dan benaaaar… ada banyak agenda menarik yang sayang untuk dilewatkan. Salah satunya adalah Bazar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Nasional XV 2017 yang akan diadakan mulai tanggal 27 Juli hingga 2 Agustus 2017.
Bazar UB MTQMN 2017 akan diadakan di parkiran FTP UB dengan jumlah stand mencapai 80 stand. Diikuti oleh para pelaku usaha kuliner Malang Raya, industri kreatif, fashion, buku dan masih banyak lagi lainnya. Bakal ramai banget nih! 
Selain bazar, masih ada beragam acara lain. Diantaranya adalah Lomba Mewarnai Dan Hafalan Untuk Anak-Anak, Workshop Pudding Art, Painting dan Decoupage, Lomba Tumpeng Mini, Bunga Klobot dan Beauty Class Wardah. Untuk info selengkapnya silakan lihat dalam foto-foto di bawah ini:













 Even akbar yang mengusung tema "Melalui MTQ Mahasiswa Nasional XV Tahun 2017 kita integrasikan intelektualitas dan spiritualitas untuk mencetak calon pemimpin Indonesia yang cerdas dan bermoral demi mewujudkan baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur" ini dalam kacamata saya, sangat memperlihatkan kekompakan perguruan tinggi di Malang. Kita lihat saja acara seremonial pembukaan akan dilaksanakan di UB, sedangkan penutupan yang rencananya akan dihadiri oleh Ust Yusuf Mansyur di lakukan di UM. Plus dukungan dari tempat penginapan bagi hampir 3.000 peserta lomba dari seluruh Nusantara dari UIN Maulana Malik Ibrahim.
Keren bukan?
datang rame-rame yuk...



Lomba Konten Kanal PAUD 2017


Direktorat Pembinaan PAUD, Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Lomba Konten Kanal PAUD Tahun 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pengisian laman Anggun PAUD sesuai dengan minatnya dengan memperhatikan kebutuhan pendidik dan anak didik PAUD. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya konten muatan laman Anggun PAUD agar lebih mampu dan layak untuk dijadikan sebagai rujukan atau referensi bagi guru PAUD dalam mengelola kegiatan bersama anak. Lomba terdiri dari 2 jenis lomba, yakni:

1. Lomba Permainan Mendidik (Edu Game)
a. Fokus pada pengembangan aspek Kognitif, Motorik, Seni, Bahasa, dan Pengembangan Karakter.
b. Aplikasi permainan dibuat dengan format HTML5
c. Menitik beratkan pada kemampuan secara teknis untuk membuat aplikasi game melalui penyusunan karakter, background, strategi permainan, sehingga game tersebut mampu berinteraksi dengan user-nya.
d. Dilengkapi dengan dokumentasi / instruksi cara menggunakan aplikasi game tersebut.
e. Permainan harus dapat dimainkan setidaknya di dua browser: Firefox dan Chrome. Dan harus dapat berjalan dengan baik, jika terjadi error otomatis menjadi gugur.
f. Wajib mengirimkan hasil karya sendiri (orisinal) dan belum pernah dipublikasikan.
g. Game dipublikasikan dan digunakan oleh sasaran anak usia 4-6 tahun.
h. Kompetisi terbuka untuk umum, dapat diikuti terbuka kecuali staff Direktorat Pembinaan PAUD.

2. Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak dalam format e-book
a. Fokus pada pengembangan Karakter, Budaya, dan Patriotik.
b. Minimal 10 halaman dengan pewarnaan penuh
c. Ukuran huruf, kosa kata,dan jumlah kalimat per halaman disesuaikan dengan usia sasaran (4-6 tahun)
d. Penokohan dapat manusia atau lainnya (binatang atau tokoh imajiner)
e. Buku cerita dibuat dalam format flip book f. Ukuran per halaman A4
g. Kompetisi terbuka untuk umum, dapat diikuti terbuka kecuali staff Direktorat Pembinaan PAUD.

Ketentuan Umum:
1. Peserta terbuka untuk para Pendidik PAUD, Pengelola PAUD, dan Praktisi PAUD.
2. Mengisi Formulir Pendaftaran (Lampiran 1)
3. Naskah/ produk Orisinalitas mutlak dan tidak pernah dimuat di media lainnya.
4. Tidak mengandung unsur kekerasan, pornografi, suku, agama, ras, antar golongan, pelecehan fisik, simbol dan radikalisme.
5. Sasaran pengguna adalah anak usia 4-6 tahun dengan bimbingan orang tua dan guru.
6. Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu naskah dalam jenis (kategori) yang sama atau berbeda.
7. Semua naskah atau produk dikirim langsung ke Subdirektorat Program dan Evaluasi, Direktorat Pembinaan PAUD, Gedung E lantai 7, Komplek Kemendikbud, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta atau melalui email ke alamat: progevpaud@kemdikbud.go.id paling lambat tanggal 25 Agustus 2017.
8. Semua kontributor dalam penyusunan dan pengembangan produk dicantumkan secara lengkap
9. Naskah yang masuk ke Panitia dan dinyatakan menang menjadi hak Panitia dan akan di upload ke laman http://anggunpaud.kemdikbud.go.id/ atau http://paud.kemdikbud.go.id
10. Naskah yang tidak menang tetap menjadi hak penyusun kecuali apabila diserahkan ke Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini.
11. Penilaian didasarkan pada unsur:
a. Orisinalitas karya
b. Kesesuaian dengan tema dan fokus aspek perkembangan
c. Kesesuaian karya dengan sasaran (pendidik atau anak didik usia 4-6 tahun)
d. Kejelasan pesan yang disampaikan
e. Kesantunan bahasa
f. Keutuhan cerita/karya

g. Keserasian karya: syair dan notasi, teks dengan ilustrasi, dst.

Info lebih lanjut anggunpaud.kemdikbud.go.id/images/Pedoman-Lomba-Konten-Kanal.pdf

20 Inspirasi Pendidikan dari Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Surabaya

20 Inspirasi Pendidikan dari Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Surabaya

 SAIM adalah salah satu sekolah yang menginspirasi saya. Alhamdulillah bersyukur sekali bisa silahturahim dan menimba ilmu di sini.
Jadi ceritanya, salah satu tugas S-2 adalah studi banding ke sekolah unggulan di Surabaya. Kelas dibuat delapan kelompok, masing-masing kelompok harus mencari sekolah yang berbeda. Lha sebenarnya saya punya banyak target, tapi harus buat satu surat ijin saja. Akhirnya saya bersama dua teman, Bu Nur Khasanah (Tarakan) dan Pak Ahmad Amran (Makassar) mengajukan surat ijin ke salah satu sekolah internasional. Tapi namanya belum rejeki, kami ditolak.
So, ngurus surat ijin lagi dan cari tanda tangan lagi. Biar nggak sia-sia kami buat beberapa surat ijin dan mengajukan tanda tangan ke dosen. Dari kampus Ketintang kami meluncur ke kampus Lidah untuk mencari tanda tangan dosen dan cerita kalau habis ditolak. Alhamdulillah dosen berkenan tanda tangan ke tiga surat ijin yang kami ajukan.
Setelah itu kembali lagi ke loket kampus Ketintang untuk mencari tanda tangan di loket. Di loket sebelumnya tak setuju, saya lupa apa ngirim tiga surat sekaligus apa masing-masing kami gantian setor surat biar nggak ketahuan hahahha…
Singkat kata Alhamdulillah dapat tiga surat ijin. Sebenarnya kami cukup ngumpulin satu hasil penelitian. Tapi nanggung, mumpung di Surabaya, habisin saja. Itung-itung cari ilmu.
Lha salah satu dari tiga surat ijin itu adalah surat ke SAIM. Alhamdulillah SAIM menyambut baik kedatangan kami. Para guru loyal memberikan ilmu, kami diajak keliling sekolah yang memiliki luar 1,5 ha, melihat-lihat kelas, dan ngobrol panjang kali lebar kali tinggi di taman.
Kami ke sana beberapa kali, dan tiap ke sana selalu ada yang penelitian. Jadi memang banyak yang tertarik dan sekolah selalu siap dengan tamu yang datang. Kita mau masuk kelas manapun oke. Woowww… luar biasa,
Oke sebelum cerita tentang 20 inspirasi pendidikan di SAIM, saya akan cerita sedikit sejarah sekolah ini.
SAIM lahir karena kegundahan seorang ayah yang melihat anak-anaknya berangkat sekolah membawa tas besar berisi berbagai macam buku, pulang dalam keadaan lelah bersama setumpuk PR yang harus deselesaikan. Hari-hari mereka habis di sekolah, waktu main berkurang, dan sibuk dengan PR serta berbagai hapalan.
Ayah ini bernama Bapak Sulthon Amien yang saat ini menjadi ketua Yayasan SAIMS. Beli memiliki ide untuk membuat sekolah yang ramah anak dan peduli dengan masalah anak. Akhirnya September 1999 keinginan ini bisa direalisasikan.
Para konseptor dalam proyek besar ini antara lain Prof. Dr. Muchlas Samani (UNESA), Prof. Dr. Asip Hadipranata (UGM), serta Prof. Dr. Primadi Tabrani (ITB). Ide nama sekolah Alam berasal dari Prof. Dr. Muchlas Samani. Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan oleh Ketua MPR RI, Prof. Dr. H. M. Amien Rais.
Oke, saya akan cerita inspirasi apa saja yang saya dapat dari sekolah ini.
1.      Konsep Alam
Ya, namanya juga sekolah alam pasti konsepnya alam. Hehhe… tapi alam yang bagaimana? Dalam konteks alam modern anak diajak masuk ke alamnya, mempelajari semua keterampilan yang dibutuhkan untuk bisa survive  di dalamnya.
Kegiatan tidak harus di dalam kelas, anak-anak bisa diajak ke pasar, turun ke sawah, penjara, bank, hutan, menangkap ikan, dan lain-lain.
Belajar akan lebih membawa hasil yang maksimal jika tetap mendasarkan diri pada prinsip-prinsip alami belajar. Belajar akan menggairahkan jika melibatkan seluruh indera dan hati anak.
Alam mendekati anak secara alamiah, dunia anak. Anak bukan miniatur orang dewasa, anak adalah anak yang memiliki keunikan. Suka manja, ingin bermain, tertawa, selalu ingin tahu, polos, dan lugu.
2.      Sekolah yang tidak membebani
Semenjak SAIM berdiri, sekolah ini dirancang sebagai sekolah yang tidak membebani siswa. Sekolah yang membuat anak jadi riang tatkala belajar. Mereka merasa senang dan betah berlama-lama di sekolah. Oleh karena itu praktik pendidikannya menggunakan tiga konsep pembelajaran, yaitu integrated learning, joyful learning, dan cooperative learning.
3.      Tematik
Sejak tahun 2001, sekolah ini sudah menerapkan pembelajaran tematik integratif dalam perencanaan (silabus), proses pembelajaran, hingga proses pengevaluasiannya. Jadi ketika Menteri Pendidikan mencanangkan tematik, sekolah ini sudah terlebih dahulu mempraktikannya.
Di bangku kuliah, saat mempelajari strategi pembelajaran yang pas buat anak SD memang yang tepat adalah Tematik, ini sudah dikupas oleh banyak ahli. Namun ketika bicara tematik pasti akan panjang, terutama sistem penilaian dan model rapot.
Tematik yang tepat adalah tematik secara keseluruhan, tidak hanya di pembelajaran tapi di soal dan rapot masih dipisah.
Lha di SAIM semuanya tematik, guru membuat model lembar kerja siswa juga tematik. Untuk masalah praktik tematik, sekolah ini teope begete pokoknya,
Selain itu model pembelajaran juga bersifat terpadu, konstektual, serta menggabungkan gerakan fisik dengan aktivitas intelektual. Lingkungan kelas dibuat berpusat pada siswa dan siswa dilibatkan secara penuh, aktif, dan kreatif.
4.      Sekolah sebagai proses magang
Di zaman modern seperti sekarang, anak butuh ketrampilan hidup yang lebih kompleks. Karena itu, materi pelajaran di SAIM tidak berangkat dari ilmu murni, mata pelajaran harus tetap berorientasi pada kebutuhan siswa di masa mendatang.
Konsekuensinya tidak semua materi yang ada du disiplin ilmu dimasukan dapal pelajaran. Semua mengacu pada kompetensi apa yang akan diberikan ke anak.
Inilah yang sering saya alami, saya berusaha tiap pembelajaran haris ada praktik, tidak hanya baca buku, ngerjain soal, trus dapat nilai. Tapi anak mengalami. Jadi ketika kita memiliki keberanian mengotak-atik pelajaran dan memberikan yang pas. Bagi saya ini oke banget. Karena tidak semua sekolah berkenan.
Kita tahulah, keberhasilan sekolah bukan terletak pada tingginya rapor atau ijazah, tetapi apakah output sekolah itu bisa sukses ketika terjun di masyarakat kelak. Setelah sekolah, alumni bisa menerapkan ilmu yang diterima atau malah gagap.  Ehm terkait nilai, saya senang sekali pas ijazah saya mendekati 4 hehehe, tapi saya sadar ini bukan satu-satunya yang bikin berhasil.
5.      Menumbuhkan kebhinekaan
Di SAIM, siswa dikembangkan sesuai potensi dasarnya, selebihnya dia boleh menjadi apa saja yang sesuai dengan dirinya. Terserah nanti mau jadi Anies Baswedan, Hamka, Soekarno, Fatin, Najwa Shihab, atau Habiebie, yang penting SAIM menyiapkan basicnya.
Seragam di SAIM hanya dipakai dua hari (Senin dan Selasa), selain itu mereka memakai pakaian bebas. Kebebasan ini membuat peluang kebhinekaan. Membiasakan siswa menerima perbedaan semenjak kecil.
6.      Kurikulum gabungan  nasional dan internasional
Kurikulum mengacu pada kurikulum nasional yang diperkaya dengan kurikulum mancanegara antara lain Inggris, Australia, Jepang, dan Singapura, serta sederet negara lain yang berhasil dengan pembentukan intelektual dan kreativitas anak
7.      Gedung dan suasana sekolah familiar
Lingkungan sekolah di SAIM dibuat nyaman dan bisa merangsang imajinasi, pemikiran kreatif, dan gagasan inovatif. Jendela dan teralis tidak hanya berfungsi untuk mengatur sirkulasi udara, tapi juga diberi hiasan bangun datas sehingga ketika melihat anak-anak teringat pelajaran geometri. Bentuk meja tidak dibuat baku, tetapi beragam bentuk. Dengan beragamnya bentuk ini, anak-anak dapat menyusun bangku menjadi berbagai bentuk meja besar.
Oiya bentuk kelas segi delapan, ini membuat seisikelas bisa berganti arah saat pembelajaran. Saat saya memasuki kelas, taka da dimana depan mana belakang, karena tiap sisinya oke banget. Kadang mereka menghadap timur, barat, selatan, tenggara, atau yang lain.
Tempat duduk di taman didesain bentuk buah-buahan warna-warni. Tak ada rasa capek saat berkeliling sekolah yang super luas ini. Karena sepanjang perjalanan selalu warna-warni dan kaya akan ide.


tempat outbond



ruang makan


suasana luar kelas



perpustakaan

8.      Tidak ada jadwal
Tidak ada jadwal tertulis hari ini pelajaran apa. Ya, kan tematik. Pelajaran tidak terlihat tapi langsung ada di dalamnya. Jadi antara hari ini dan besok serta esoknya saling terhubung. Ini dapat meringankan bawaan anak juga, karena mereka tak perlu membawa banyak buku di dalam tas.
9.      Tidak ada PR
Anak-anak tidak membawa PR saat pulang sekolah. Jika ada PR, itu berarti proyek siswa bersama orang tua. Saat saya kesana, siswa kelas 1 SD persentasi tentang proyeknya bersama ortu terkait materi musim. Satu persatu menjelaskan karya mereka di depan kelas.


10.  Tidak ada buku wajib
Tidak ada buku wajib yang harus dibeli. Guru pun tidak diharuskan memakai satu merk buku. Guru minimal memiliki dua buku referensi. Materi dan soal untuk siswa guru yang membuat sesuai konsep tematik. Materi didukung kegiatan outdoor yang sesuai.
Saat saya ke sana, ada siswa yang di kelas, ada yang di lapangan, dan ada yang kegiatan outdoor.
11.  Guru kompeten
Saat saya melihat profil guru SAIM saya berdecak kagum dan bertanya, “apakah syarat masuk harus berprestasi sperti ini?”
Guru yang mendampingi saya mengatakan tidak, prestasi itu didapat saat sudah menjadi guru SAIM.
Wooww.. amazing. Jadi tidak hanya siswa yang berkompetensi tapi guru juga. Guru-guru dimotivasi untuk ikut seminar, pelatihan, dan perlombaan.
Guru yang menjadi trainer juga ada. Sekolah tidak menghalangi guru memiliki kesibukan lain selain di sekolah asal tetap bertanggung jawab pada sekolah. Saya sepakat banget dengan poin ini. tiap orang memiliki passion, dan passion itu tidak hanya satu mengajar saja. Tapi bisa jadi mendongeng, memasak, menulis, menari, dan lainnya.
Dan semua passion bisa berjalan beriringan.
12.  PPDB adalah ajang tes untuk orang tua, bukan siswa
Inilah uniknya PPDB di SAIM. Yang diwawancara adalah orang tua. Apakah orang tua bersedia mendampingi proses belajar anak atau menyerahkan sepenuhnya pada sekolah. Beberapa penolakan terjadi ketika anak tinggal bersama Mbah dan orang tua bekerja di luar kota. Ya, kerjasama sekolah dan orang tua sangat penting untuk kebaikan anak.
13.  Setiap kelas memiliki 2 orang guru
Tiap kelas di SAIM memiliki dua guru, laki-laki dan perempuan. Mengapa laki-laki dan perempuan? Karena sekolah adalah rumah kedua anak dan anak baiknya memiliki sosok pengganti ibu dan bapak. Jadi di kelas ada ibu dan bapak guru.
14.  Tidak ada rapot kuantitatif
Rapot di SAIM isinya adalah deskripsi perkembangan siswa. Tidak ada angka. Jadi masing-masing anak memiliki kalimat rapot sendiri. Kita tahu pasti bahwa kemampuan anak berbeda bukan?
15.  Menerima dua anak ABK setiap tahun
Penerimaan 2 ABK pertahun ini sangat membantu sekali untuk memfasilitasi ABK yang ingin sekolah. Di sini ada pendampingan dan mendatangkan psikolog yang menemani perkembangan mereka.
16.  Program literasi untuk wali murid
Tidak hanya siswa dan guru yang berliterasi, tapi juga orang tua. Jadi orang tua harus baca buku juga. Ini penting sekali untuk upgrade ilmu parenting. Dengan satu frekuensi ini, proses pembelajaran anak bisa makin maksi.
17.  Terdapat keberlanjutan program tiap jenjang
Di sini ada TK, SD, SMP, dan SMA yang pembelajaran dan programnya saling mendukung dan terkait. Jadi ketika SD, anak tinggal di homestay beberapa hari trus saat SMP dan SMA sudah mulai magang di tempat yang sesuai passion masing-masing.
18.  Kegiatan ekstra kurikuler beragam
Ada seabrek eksra kurikuler di sini, diantaranya adalah Forum Matematika (Format). Sains Club, tari, pencak, taekwondo, mini soccer, renang, paduan suara, seni rupa, bola basket, dan lain-lain.
19.  Jam masuk sesuai jam kantor
Bel sekolah di SAIM jam 07.30 kalau tidak 08.00. maaf saya lupa. Yang jelas, jam masuk sama dengan jam kerja perkantoran pada umumnya. Ketika saya tanya mengapa, jawabannya adalah untuk  memudahkan orang tua saat mengantar anak.antar sekalian berangkat kerja. Kalau jam 7 kepagian, kasihan orang tua kalau harus bolak-balik.
20.  Tergabung dalam jaringan sekolag alam nusantara (53 sekolah se-Indonesia)
Tidak semua sekolah alam tergabung di dalam jaringan sekolah alam nusantara. Misal kota Malang, ada banyak sekolah alam, tapi setelah sayah tanyakan ke pihak SAIM, ternyata nama-nama sekolah alam di Malang tidak ada yang tergabung di jaringan sekolah alam ini.

Unik bukan? Saya pikir ketika kita berani berinovasi dan tidak sepenuhnya mengikuti dinas akan ada kesulitan saat praktik. Tapi ternyata dugaan saya salah. Akreditasi sekolah ini A dan menjadi salah satu sekolah yang dicari.
Sekolah kece ini menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Diantaranya adalah Pusdakota, PT. PAL, Bank Mandir, Badan Meteorologi dan Geofisika, BLH Surabaya, Bank Sampah Bina Mandiri, PPLH, Panasonic, Panin Bank, Planetarium Boscha Bandung, Pertamina Foundation, Tunas Hijau, Sheraton Hotel, Green Community Untag, ITS, UNAIR, UBAYA, Badan SAR Nasional, Giant Maspion Square, PT. Sosro, Pusat pelatihan Pilot Juanda, dll. Selain itu juga bekerjasama dengan Konsulat Jenderal Ameraika Serikat, India, Perancis, Jepang

SD Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Surabaya
Jalan Medokan Semampir Indah No. 99-101 Surabaya
031 5920033


persiapan outdoor kelas









Bekerja Dengan Hati Nurani, Motivasi Etos Kerja Profesional

Bekerja Dengan Hati Nurani,Motivasi Etos Kerja Profesional

Tanggal 18-20 Juni 2017 saya mengikuti Rapat Kerja Kepala Sekolah mewakili Kepala Sekolah yang berhalangan. Saya bukan kepala sekolah, hanya mewakili saja.
Salah satu materi yang disampaikan adalah Bekerja dengan Hati Nurani, Motivasi Etos Kerja Profesional oleh Bapak Akh. Muwafik Saleh dari Universitas Brawijaya.
Sebelum saya menulis ini, saya sudah meminta izin kepada beliau untuk menuliskan materi beliau di blog. Karena saya merasa materi beliau sangat berguna. Jadi sayang kalau tidak dibagi-bagi. Bukankah berbagi tidak pernah rugi? ^_^
Sebelum ke materi, saya akan mengenalkan beliau terlebih dahulu. Bapak Muwafik Saleh adalah Dosen FISIP, Pembantu Dekan III bidang kemahasiswaan, Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya,Pimpinan Lembaga Pelatihan Kepemimpinan Komunikasi, Motivasi, dan Pengembangan Diri Insan Madani, Penulis buku Bekerja dengan Hati Nurani, Belajar dengan Hati Nurani, Membangun Karakter dengan Hati Nurani.
Oke lanjut ke materi…
Sebagai pemanasan beliau menyampaikan tantangan negeri ini, mulai dari MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) pada tahun 2015. Dalam MEA, negara-negara lain selain kita bebas melakukan transaksi ekonomi, bebas biaya masuk negara kita akibatnya harga jual lebih murah, konsekuensi kalau harga lebih murah harus bersaing dari segi kualitas.
Lanjut ke 2020 Free Trade Area (Asia Pasific) yang berarti Perdagangan Bebas pada tahun 2020 dan
Bonus Demografi (limpahan penduduk yang sangat banyak) tahun 2025.
Situasi seperti ini tantangan atau ancaman? Tantangan atau ancaman?
Jawabannya bergantung bagaimana kita mempersiapkan generasi muda
Apa saja yang perlu disiapkan untuk mempersiapkan generasi muda?
1.      Knowledge
Anak-anak harus kuat membaca.
Ditanya siapa yang suka beli buku, saya mengacungkan tangan. Tapi dasar memang saya imut, jadi tidak kelihatan hahahha…
Dan lanjut ke materi guru harus suka baca, harus punya perpustakaan, dan harus dicek kualitas bacanya.
Batin saya, udah pak.. saya udah punya, udah ikut Reading Challenge 65 halaman/hari. Sok sokan padahal nggak semua isi buku dihapal hehehe
2.      Skill
Penting untuk memnumbuhkan kreativitas anak
3.      Attitude (sikap, perilaku)
Sikap anak sekarang beda dengan anak jaman dulu

Usia 21 lebih dewasa jaman sekarang dan jaman dulu? Jaman dulu usia 21 berani mengambil resiko, menentukan pilihan, dan lebih survive. Coba kita bandingkan, saat ini teknologi ada, asupan gizi bagus, tapi kematangan tidak.
Ditambah Indonesia Darurat Narkoba. Kondisi gawat, sampai-sampai takut mengeluarkan anak.
Plus Proxy war dan neo imperialism. Perangnya tidak kelihatan, musuhnya siapa tidak jelas. Karena kita tarung dengan orang kita sendiri. Desain uang RI, apakah ini termasuk proxy war? Karena desainnya sama persis dengan Cina. Wallahu’alam.
Dulu jaman perjuangan lihat bendera jatuh kita ambil, sekarang anak-anak tidak tahu lagi lagu perjuangan. Dulu masih kenal sejarah negeri ini karena dulu masih ada pelajaran PSPB. Dulu kita tahu jati diri bangsa. Sekarang? Masih.tapi entah seberapa.
Bila kita tilik ke belakang.
Tahun 1945 antara Jepang dan Indonesia. Di tahun yang sama, di tanggal yang tak jauh berbeda. Jepang di bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Jepang hancur. Indonesia proklamasi.
Sekarang sudah 72 tahun dan lihat bedanya sekarang. Jepang bisa membuat kereta cepat sedang kita dalam 72 tahun belum bisa secanggih di Jepang.
2011 saat tsunami, Jepang bisa antri dalam penerimaan bantuan. Kalau di Indoensia antrinya berantakan. Contoh sepele adalah ketika seminar pasti banyak sampah tercecer.

Faktor yang menghambat perubahan
1.      Faktor kebiasaan
2.      Lebih suka yang mudah
3.      Dibatasi budaya
Tiga faktor inilah yang bikin kita sulit berubah
Saat menjelaskan ini, kami diminta menghubungkan 9 titik dengan 4 garis, tanpa terputus.
Sebagian besar kita biasanya akan membuat garis seperti ini. Namun ternyata garisnya kurang.

Garis hitam, tepat sasaran.

Kebagian kita terpaku pada garis kebiasaan. Kalau menilik pada masalah, sebagian solusi berasal dari kebiasaan. Padahal masalah datang biasanya di luar kebiasaan. Saat solusi dari luar kebiasaan inilah biasanya akan muncul kata “kok” , “lho”. Biasanya akan ada penolakan.
Tapi kalau tidak keluar dari kebiasaan, tidak akan keluar dari kebiasaan. Jadi kepala sekolah harus punya pikiran di luar batas kota ini. Out of the box. Keluar dari pembatas kotak pikiran kita.
Pemimpin harus berpikir jauh dari biasanya, walaupun mungkin banyak orang melakukan penolakan. Kuncinya da pada pikiran kita, mindset kita. Kita akan menjadi seperti yang kita pikirkan. Sukses tidak hadir secara ajaib.

Gambar segitiga, ada berapa segitiga? Ketika menjawab 2 berarti kita memiliki batasan pada diri kita. Bukankah segitiganya hanya satu? Pembatas terbesar dalam hidup adalah batasan yang ada di pikiran kita. Pembatas itu adalah kata “tidak bisa”. Kenapa militer hebat? Karena jawabannya satu: siap! Tidak ada jawaban sebentar komandan, saya pikir dulu. Kita buat guru-guru jawabannya “siap”.
Kalau pikiran tidak bisa dibuka, tidak akan bisa menerima. Jadi tugas kepala sekolah adalah bagaimana membuka pikran para guru. Tidak ke siswa atau orang tua dulu, tapi guru dahulu. Kalau guru-guru sudah membuka pikiran, sedikit sekali diberi penjelasan, pasti akan masuk.
Kualitas seseorang adalah kualitas pikiran. Jadi yang harus kita selesaikan adalah pikiran kita. Biasakan diri mencatat agenda. Dinamakan manusia karena sukanya lupa. Live mapping (peta hidup). Sejak SD anak penting untuk diajari bagaimana membuat peta hidup, merancang masa depan.
Pelatihan kali ini benar-benar bikin kita instropeksi. Siap tidaknya kita menghadapi dunia adalah bergantung pada diri kita sendiri.

Pengalaman Merintis Sekolah Dasar

Pengalaman Merintis Sekolah Dasar

Melihat gedung SD Islam As-Salam yang saat ini tiga lantai, ingatan saya melompat mundur pada tahun 2008 saat pondok Ramadhan di masjid As-Salam. Saat itu saya masih mahasiswa S-1 PGSD Universitas Negeri Malang. Saya ingat betul yang mengisi kajian adalah Bapak Hanif. Beliau menyampaikan, “Yayasan As-Salam akan membangun SD Islam dengan kualitas baik dan bisa bersaing dengan SD Islam yang lain. SD Islam ini didesain dengan harga yang terjangkau. Karena saat ini banyak sekali SD Islam yang bagus namun mahal”.
Saat mendengar kalimat ini, dalam hati saya berkata semoga bisa bergabung berjuang di SD yang dimaksud Pak Hanif. Sejak kuliah memang salah satu mimpi saya adalah bisa mengabdikan diri di SD Islam yang berkualitas untuk semua kalangan. Baik ekonomi menengah ke bawah maupun atas (ramah dana). Dan semoga AS-Salam masih mempertahankan prinsip ini. SD Islam untuk semua kalangan, tidak hanya untuk yang mampu saja.
Tahun 2010 saat menunggu wisuda, tiba-tiba salah satu dosen saya menelepon dan bilang butuh guru SD untuk merintis SD di dekat UM. Saya memberanikan diri untuk menawarkan diri saya sendiri.
“Lho kamu sudah lulus?”
“Sudah Bu, tinggal wisuda saja,”
“Ya sudah kamu saja, besok temui Bapak… “ ujar beliau sambal menyebutkan salah satu kepala jurusan di UM.
Hari Selasa saya mendapat telepon, Rabu datang ke bapak Kepala Jurusan yang dimaksud, Jumat bertemu Bu Ratna (Kepala Sekolah pertama SD Islam As-Salam) untuk wawancara. Sabtu kalau tidak Senin launching SD. Masha Allah begitu cepat batin saya. Saat dosen menawarkan SD ini, saya tidak tahu kalau ini adalah SD yang saya batin beberapa tahun lalu. Ternyata Allah mengabulkan doa saya. Cerita ini saya tuangkan dalam tulisan dan Alhamdulillah terpilih menjadi salah satu cerita buku antologi Ramadhan.

Saat itu kami mengawali SD di poskampling perumahan Jasa Tirta. Bangunan sederhana yang memiliki tiga ruang. Satu ruang kelas, satu kamar mandi, dan satu koperasi. Dimulai dengan empat guru dan satu kepala sekolah. Sampai hari ini bertahan dua guru, salah satunya saya.
Dan ketika melihat SD yang berdiri megah tiga lantai padahal dulu hanya bermula dari pos kamling saya bersyukur dan gembira sekali bisa menjadi bagian dari keluarga As-Salam. Tak hanya fisik, namun juga yang lain. Jumlah personal awal hanya 5 sekarang Alhamdulillah ada 56 guru. Yang semula 17 siswa Alhamdulillah di tahun ketujuh ada 254 siswa. Yang semula hanya ruangan poskamling sekarang total ada 32 ruangan (mulai dari ruang kelas sampai kamar mandi). Alhamdulillah tidak mungkin tidak ada campur tangan Allah, perhatian yayasan, kepercayaan masyarakat, dan usaha ibu bapak guru dalam hal ini. Alhamdulillah…
Saya menang beberapa lomba pun dimulai dari sini. Karena keterbatasan, saya mencari ide agar anak-anak nyaman dan betah. Mengaplikasikan ide-ide tersebut dan menuliskannya. Alhamdulillah setelah saya kirim, ide-ide ini dimuat di majalah dan ada yang menang lomba.
Seperti surat, permainan tradisional, buletin bintang dan rembulan, bikin buku antologi siswa, pengembangan budaya literasi, dan beberapa ide lainnya. Buku antologi siswa, buku saya tentang autism, dan aktif di FLP  mengantarkan saya menjadi juaraII Pemuda Pelopor. Alhamdulillah.
Tidak semua ide sampai sekarang bertahan. Ya, kembali ke kebijakan sekolah. Namun Alhamdulillah saya mendengar kabar kalau ide-ide saya dipakai teman, guru sekolah lain, dan pembaca blog saya. Alhamdulillah ada yang mengaplikasikan.
Sama halnya penulis, jika ide tidak tertuang pasti pusing. Pendidik juga, misal ide belum bisa dituangkan pasti ada rasa kurang nyaman. Jadi biasanya saya bertukar ide dengan teman-teman. Kadang malah teman-teman yang tertarik dan mempraktikan heheh.
Sebenarnya dulu sebelum mengajar di sini saya mengajar di SD Negeri dan sudah dapat NUPTK (2008) namun karena fokus merintis SD saya kurang memperhatikan hal ini. Fokus saya ke anak dan sekolah.
Karena mengajar adalah passion saya dan karena saat itu masih terbatas guru jadi konsentrasi saya ke siswa, endingnya saya tidak terlalu memperhatikan kedinasan (maaf). Berangkat pagi pulang sore. Jadi sampai sekarang belum UKG dan belum sertifikasi. Saya percaya rezeki ada yang mengatur. Belum terlalu mikir uang, maklum saya masih single belum punya banyak kebutuhan heheh.
Sampailah saat saya mendapat beasiswa P2TK untuk S-2 Pendidikan Dasar (alhamdulilah bersyukur sekali dapat beasiswa). Di kampus obrolan seputar UKG, sertifikasi, dan berbagai kedinasan lain. Saya belum begitu paham dan berusaha memahami.
“Masak sering menang lomba belum sertifikasi?”
“Masak belum UKG sendiri?”
“Kamu itu harusnya di luar Jawa agar bisa berkembang,”
“Harusnya ntar kalau lulus jadi dosen,”
Dan berbagai ungkapan teman-teman.
Saya kembali ke kalimat rezeki ada yang mengatur, yang peting terus menambah tabungan positif. Bukan berarti pasarah, jujur saya sedih ketika teman-teman sekelas pulang untuk UKG sedang saya tidak. Tapi ya sudah, sudah berlalu. Pendaftaran sudah tutup. Heheh…dan kembali Allah adalah pembuat skenario terbaik. Jadi nikmatin hidup saja.
Kembali cerita SD. Salah satu andalan SD tempat mengabdi adalah tahfizh Qur’an. Alhamdulillah tahun ini lulusan kami hapal 2-4 juz. Kabar baik lainnya salah satu siswa yang di kelas V ada yang sudah hapal 15 juz dan kelas III hapal 5 juz. Berulang kali bersyukur. Ini semua berkat kerjasama guru dan orang tua. Beberapa waktu lalu saya silahturahim ke rumah murid yang hapal 15 juz, banyak ilmu yang saya dapat. Mulai dari mendidik anak sampai desain kamar. Insha Allah cerita lengkapnya akan saya tulis di blog…
Inilah sedikit pengalaman menjadi guru sekolah swasta yang sedang didirikan. Banyak pelajaran yang saya dapat, beragam haru yang saya rasakan, bermacam rona bahagia ketika melihat anak-anak tertawa. Mohon doanya saya bisa amanah dan mengaplikasikan ilmu setelah kuliah S-2 d SD. Aamiin. 

Kategori

Kategori